Gubernur Kalteng Canangkan Program Satu Rumah Satu Sarjana untuk di Pedalaman
SB, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah pedalaman.
Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah “Satu Rumah Satu Sarjana", yang ditargetkan berjalan maksimal pada 2026.
Menurut Agustiar, keterbelakangan di daerah pedalaman disebabkan oleh faktor kemiskinan dan keterisolasian. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan strategis untuk membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat.
"Pendidikan ini prioritas kami, karena pedalaman tertinggal. Kalau maju, tidak mungkin saya sebutkan seperti tadi. Karena kami melihat di pedalaman kemiskinan dan keterisolasian," ujar Agustiar saat berkunjung ke Universitas Palangka Raya (UPR) pada Selasa (11/3/2025).
Program “Satu Rumah Satu Sarjana" bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi. Program ini juga akan terintegrasi dengan bantuan sosial lainnya, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2 juta serta dukungan di sektor kesehatan.
"Program kami ada beberapa item, ada Bantuan langsung tunai (BLT) Rp 2 juta, pendidikan, kesehatan nanti terintegrasi nanti. Jadi kriteria penerima BLT tidak sembarang orang menerima, yang tidak terkafer dengan KPH yang syarat itu yang berhak menerima," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membuka balai pelatihan dan beasiswa kuliah gratis bagi masyarakat kurang mampu.
"Nanti balai latihan terbuka, beasiswa, kuliah gratis terbuka. Tapi yang mampu jangan, karena ditujukan untuk orang yang tidak mampu khusus orang pedalaman," tambah Agustiar.
Gubernur menegaskan bahwa program ini akan dimaksimalkan pada 2026, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
"Kami mau memaksimalkan pelaksanaannya pada 2026 supaya program bisa berjalan. Karena sekarang kita sesuaikan dengan anggaran," pungkasnya. (sb)