Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Redaksi 07-05-2025, 12:49 WIB 2 menit baca
Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung membuka kegiatan Lokakarya Pengarusutamaan SDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalteng. (FOTO:MMC KALTENG)
Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung membuka kegiatan Lokakarya Pengarusutamaan SDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalteng. (FOTO:MMC KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Komitmen ini diwujudkan melalui Lokakarya Pengarusutamaan SDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng, yang dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S Ampung, Rabu (7/5/2025), bertempat di Aula Bapperida Kalteng.

Dalam sambutannya, Leonard menegaskan bahwa proses penyusunan RPJMD 2025–2029 menjadi momentum strategis untuk mengintegrasikan tujuan dan indikator SDGs ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini bertujuan agar target nasional maupun global SDGs pada tahun 2030 dapat tercapai.

“Tata kelola data yang baik menjadi kunci percepatan pencapaian SDGs. Dengan data yang akurat, mudah diakses, dan terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih efektif serta mengukur kemajuan secara obyektif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran penting Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi pilot dalam Proyek Kerjasama Indonesia–Jerman Tahun 2024–2027, yang fokus pada penguatan sinergi dan implementasi SDGs di tingkat daerah.

“Kita harus mengoptimalkan seluruh sumber daya, potensi, dan kemampuan yang dimiliki, guna memperkuat satu sama lain dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai visi dan misi daerah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Leonard menjelaskan bahwa RPJMD 2025–2029 Prov. Kalteng telah disusun dengan mengacu pada 17 sasaran pembangunan dan 45 indikator utama RPJMN, serta mengakomodasi delapan Program Hasil Terbaik Cepat Presiden.

Selain itu, Renstra Perangkat Daerah disusun secara simultan dengan RPJMD, sehingga program operasional dapat langsung termuat dalam RKPD dan Renja tahunan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Commission Manager Proyek SDGs SSTC Fase II GIZ Indonesia Zulhazmi (virtual), Sekretariat Nasional SDGs Bappenas RI Gantjang Amanullah, Tim Pakar Nasional SDGs, Fasilitator Multi Stakeholder Partnership Yayasan Tambuhak Sinta Kalteng Wandi Tuturoong, Ahli Provinsi SDGs Kalteng Yulius E Saden, Kepala Perangkat Daerah Prov Kalteng, serta Pejabat Lingkup Bapperida Kalteng. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard