Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Pemkab Gumas Gelar Workshop Manajemen Sekolah Inklusi untuk Kepala Sekolah TK, SD dan SMP

Redaksi 08-07-2025, 10:29 WIB 1 menit baca
Wabup Gumas, Efrensia LP Umbing ketika menyampaikan sambutan pada acara Workshop Manajemen Sekolah Inklusi. (FOTO:DISKOMINFO)
Wabup Gumas, Efrensia LP Umbing ketika menyampaikan sambutan pada acara Workshop Manajemen Sekolah Inklusi. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus menunjukkan komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan yang setara dan berkualitas melalui pelaksanaan Workshop Manajemen Sekolah Inklusi.

Kegiatan ini menyasar kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Gunung Mas dan resmi dibuka pada Senin (7/7/2025).

Mewakili Bupati Jaya S Monong, Wakil Bupati Efrensia LP Umbing membuka kegiatan tersebut dengan penuh apresiasi. Dalam sambutannya, Efrensia menegaskan bahwa keberadaan sekolah inklusi adalah amanat konstitusi, bukan sekadar kebijakan sementara.

“Keberadaan sekolah inklusi bukanlah sekadar kebijakan sesaat, tetapi merupakan amanat konstitusi dan hak asasi setiap warga negara,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi dasar hukum pendidikan inklusif yang kuat, mulai dari UUD 1945 Pasal 31, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hingga Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, yang mewajibkan sekolah reguler menerima peserta didik berkebutuhan khusus.

Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman kepala sekolah terhadap filosofi pendidikan inklusif, meningkatkan kompetensi manajerial, membangun budaya sekolah yang ramah dan menghargai keberagaman, serta memperluas jaringan kolaborasi antar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal strategis untuk para pemimpin sekolah.

“Dengan workshop ini, kita berharap muncul pemimpin-pemimpin sekolah yang tidak hanya memahami, tetapi mampu mewujudkan praktik inklusi secara nyata di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap, melalui workshop ini, seluruh anak tanpa memandang latar belakang atau kondisi fisik dapat menikmati hak atas pendidikan yang bermutu.

“Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan inklusif, Gunung Mas siap menjadi pionir pendidikan tanpa batas di Kalimantan Tengah,” tegasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard