Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Antisipasi Polemik Pupuk, BPP Mentaya Hilir Selatan Terapkan Mekanisme RDKK

Redaksi 10-02-2026, 11:30 WIB 2 menit baca
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Enrico. FOTO: ABU/SB
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Enrico. FOTO: ABU/SB

SB, SAMPIT - Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Enrico, menjelaskan mekanisme penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk yang dilakukan pihaknya guna menyesuaikan antara luas tanam, luas panen, dan alokasi pupuk di wilayah tersebut.

Enrico mengatakan, proses awal dilakukan dengan membagikan blanko kosong format RDKK kepada seluruh ketua kelompok tani di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

"Kami membandingkan luas tanam dan luas panen dengan jumlah pupuk yang dialokasikan di kecamatan kami. Caranya, blanko kosong RDKK kami bagikan ke setiap ketua kelompok," ujar Enrico, 

la menegaskan bahwa pengisian data sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing kelompok tani. Ketua kelompok diminta menginput seluruh anggota yang tergabung dalam kelompoknya, kemudian blanko tersebut ditandatangani dan dicap sebagai bentuk pengesahan.

"Saya sampaikan ke semua ketua kelompok, tolong masukkan seluruh anggota yang menang tergabung di kelompok tani masing-masing. Blanko itu kemudian ditandatangani dan dicap agar sah," jelasnya.

Menurut Enrico, BPP hanya berperan sebagai fasilitator dan penginput data RDKK ke sistem berdasarkan data yang telah disampaikan oleh kelompok tani.

la juga mengakui bahwa dalam proses input ke aplikasi, terkadang muncul kendala teknis, seperti sebagian data yang gagal terverifikasi.

"Misalnya kita masukkan 25 nama, yang berhasil 20, dan 5 gagal. Kalau ada yang gagal, kami sampaikan ke ketua kelompok. Biasanya keterangannya KTP tidak terbaca, dan itu diminta untuk segera dikonsultasikan ke Disdukcapil," ungkap Hendriko.

Setelah seluruh data berhasil diverifikasi, maka akan terbit Rencana Tertulis Kebutuhan Kelompok (RTKK). Dokumen tersebut kemudian dibagikan kembali kepada ketua kelompok tani.

"RTKK yang sudah terbit kami bagikan ke ketua kelompok. Dengan begitu, ketua dan anggota kelompok bisa melihat langsung data masing-masing anggota," jelasnya.

la menilai mekanisme tersebut penting untuk transparansi, agar setiap petani mengetahui namanya tercantum dalam daftar penerima pupuk bersubsidi.

"Setiap anggota bisa melihat satu per satu. Kalau namanya belum masuk, bisa segera disampaikan ke ketua kelompok," katanya.

Enrico menambahkan, pembukaan RTKK di pertengahan tahun juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan potensi gejolak atau permasalahan pupuk di lapangan.

"Saat RTKK dibuka di pertengahan tahun, itu merupakan upaya kami untuk meminimalkan gejolak yang mungkin terjadi," pungkasnya (f1/SB)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard