Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Perkuat Sinergi MKKS SKH, Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Adaptif

Redaksi 20-02-2026, 02:36 WIB 2 menit baca
Disdik Kotim ketika melaksanakan koordinasi dengan MKKS SKH se-Kotim. (FOTO: ISTIMEWA)
Disdik Kotim ketika melaksanakan koordinasi dengan MKKS SKH se-Kotim. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yolanda Lonita Fenisia menegaskan pentingnya koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Khusus (SKH) se-Kotim sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Menurut Yolanda, pertemuan bersama MKKS SKH bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum penting untuk menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kotim.

“Koordinasi ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar kepala sekolah khusus. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil peserta didik,” kata Yolanda, Jumat (20/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting menjadi fokus pembahasan. Salah satunya adalah penguatan sinergi komunitas belajar MKKS SKH se-Kotim guna meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus.

Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik (best practice) antar sekolah sehingga kualitas pembelajaran semakin optimal.

Selain itu, dukungan terhadap sarana dan prasarana sekolah khusus juga menjadi perhatian. Yolanda menyebutkan bahwa fasilitas pembelajaran yang memadai sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus.

“Kami memahami bahwa sekolah khusus memerlukan sarana yang spesifik dan berbeda dari sekolah reguler. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan anggaran yang ada,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan pendidikan yang inklusif dan adaptif. Setiap anak, kata dia, memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan pembelajaran harus disesuaikan secara individual.

“Pendidikan inklusif bukan hanya soal akses, tetapi bagaimana layanan itu benar-benar ramah, adaptif, dan menghargai potensi masing-masing anak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Pemkab Kotim sendiri menegaskan bahwa sektor pendidikan, termasuk pendidikan khusus, tetap menjadi prioritas pembangunan daerah meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan anggaran.

Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan koordinasi, perencanaan program yang tepat sasaran, serta upaya berkelanjutan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan dan MKKS SKH, diharapkan seluruh anak di Kotawaringin Timur, termasuk anak berkebutuhan khusus, dapat memperoleh hak pendidikan yang layak, setara, dan berkualitas. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard