Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

SMPN 1 Sampit Resmi Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Coding-Al di Kalteng

Redaksi 13-04-2026, 02:24 WIB 3 menit baca
SMPN 1 Sampit meluncurkan model sekolah pembelajaran mendalam dan Coding-Ai di Kalteng. (FOTO: SEPUTARBORNEO)
SMPN 1 Sampit meluncurkan model sekolah pembelajaran mendalam dan Coding-Ai di Kalteng. (FOTO: SEPUTARBORNEO)

SB, SAMPIT - SMP Negeri 1 Sampit resmi diluncurkan sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta pengembangan coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Kalimantan Tengah. 

Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong inovasi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan teknologi sejak dini.

Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, mengatakan penetapan sekolahnya sebagai sekolah model merupakan hasil koordinasi bersama Bidang Pembinaan SMP dan fasilitator provinsi yang sebelumnya melakukan analisis terhadap sejumlah sekolah.

“Melalui koordinasi dengan bidang pembinaan SMP akhirnya Kotim berkesempatan memiliki sekolah model. Alhamdulillah SMPN 1 Sampit bersama dua sekolah lainnya yaitu TK Bina Bangsa dan SD Cita Bunda telah dianalisis bersama fasilitator provinsi dan ditetapkan sebagai sekolah model,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari komitmen menjadi sekolah model, SMPN 1 Sampit juga mengembangkan program budaya sekolah aman dan nyaman sesuai dengan regulasi Kementerian Pendidikan yang mengatur penguatan program lingkungan pendidikan yang ramah bagi peserta didik.

“SMPN 1 Sampit secara resmi telah mengembangkan program budaya sekolah aman dan nyaman. Kami berharap di tingkat kabupaten nantinya ada induk pokja terkait program ini sehingga pelaksanaannya bisa lebih optimal,” katanya.

Untuk mendukung implementasi program tersebut, pihak sekolah membentuk berbagai komunitas belajar yang melibatkan guru dan orang tua siswa. Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran mendalam serta penguatan coding dan kecerdasan artifisial dapat berjalan secara kolaboratif.

“Sebagai komitmen melaksanakan sekolah aman dan nyaman sekaligus sekolah model, kami membentuk komunitas belajar orang tua, komunitas guru KKA dan komunitas guru PN. Di setiap kelas juga ada ketua komunitas belajar orang tua yang berperan sebagai kolaborator dalam pelaksanaan program pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu, SMPN 1 Sampit juga menjalin kerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta sejumlah pihak swasta untuk mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami menjalin kolaborasi optimal dengan MKKS dan juga dengan PT Wilmar yang terus mendukung program ini. Bahkan pada tanggal 18 nanti SMPN 1 Sampit bersama komite dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional diundang khusus oleh PT Wilmar untuk mengimbaskan program inovasi ke sekolah-sekolah binaan mereka dan seluruh aksesnya difasilitasi,” ungkapnya.

Suyoso menambahkan, prestasi siswa juga terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui keberhasilan puluhan siswa yang lolos dalam ajang penelitian tingkat nasional.

“SMPN 1 Sampit meloloskan sebanyak 32 peneliti ke tingkat nasional yang saat ini masih dalam proses akurasi laporan. Mudah-mudahan tahap berikutnya bisa kembali lolos. Secara tahap awal data raport hijau Kotim sudah mulai diwarnai oleh anak-anak kita. Ini semua berkat dukungan orang tua yang luar biasa serta peran aktif ketua komite,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu wali murid kelas VII ruang 2, Wagiman, menyambut positif penetapan SMPN 1 Sampit sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial.

“Menurut saya ini sangat luar biasa karena salah satu SMP terpilih menjadi sekolah model. Sebagai wali murid saya sangat senang karena bisa berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menilai pembelajaran mendalam akan membuat siswa lebih aktif menghasilkan karya dalam proses belajar.

“Dalam pembelajaran mendalam tentunya peserta didik nanti akan banyak membuat karya dan lebih banyak praktik. Kemudian untuk coding dan kecerdasan artifisial mereka juga akan bekerja sama dengan Universitas Darwan Ali (Unda) sehingga anak-anak bisa belajar teknologi, seperti membuat game pembelajaran dan berbagai material digital sesuai perkembangan zaman,” jelasnya.

Menurut Wagiman, pengenalan teknologi sejak dini akan memberi dampak positif bagi perkembangan kreativitas siswa, terutama bagi mereka yang memiliki minat di bidang teknologi informasi.

“Dengan dikenalkannya pembelajaran mendalam serta coding bagi peserta didik, ke depan dampaknya sangat bagus. Terutama bagi anak-anak yang memang hobinya belajar menggunakan teknologi seperti HP, komputer dan lainnya. Mereka tentu akan lebih kreatif,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard