Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Ditekankan, SMPN 1 Sampit Resmi Jadi Sekolah Berbasis AI dan Coding
SB, SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lonita Fenisia, menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan kelas orang tua sekaligus peluncuran SMP Negeri 1 Sampit sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial (KKA), Senin (13/4/2026).
“Hari ini adalah momen yang sangat istimewa, bukan sekadar pertemuan orang tua dan sekolah, tetapi langkah bersama untuk membangun pendidikan yang lebih kuat, hangat, dan berpihak kepada anak-anak kita,” ujar Yolanda.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga harus dimulai dan diperkuat dari rumah. Peran orang tua, menurutnya, sangat krusial karena merupakan pendidik pertama bagi anak.
“Sejatinya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Yolanda menjelaskan, kegiatan kelas orang tua menjadi wadah penting untuk memperkuat komitmen bersama antara sekolah dan wali murid dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Kita bersama-sama menguatkan komitmen orang tua dalam mendukung program pendidikan. Sekolah harus menjadi tempat di mana anak merasa dihargai, didengar, dan bahagia untuk belajar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, SMP Negeri 1 Sampit resmi diluncurkan sebagai sekolah model yang menerapkan pembelajaran mendalam serta penguatan kemampuan di bidang coding dan kecerdasan artifisial bagi siswa tingkat SMP di Sampit.
Menurut Yolanda, program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Pembelajaran mendalam fokus pada pemahaman konsep, aplikasi, dan refleksi, bukan sekadar hafalan. Sementara coding dan kecerdasan artifisial membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis dan sistematis,” jelasnya.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak. Ia menilai pemahaman terhadap regulasi tersebut sangat penting agar seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga hak-hak anak.
“Setiap anak memiliki hak untuk dilindungi, didampingi, dan dibimbing dengan penuh kasih sayang, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Yolanda menekankan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika sekolah dan orang tua saling percaya dan mendukung, maka hasilnya akan jauh lebih baik bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (f1/sb)