PJU Nur Mentaya Terlihat Kumuh, Penertiban Terkendala Lahan
SB, SAMPIT – Kawasan PJU Nur Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terlihat kurang tertata, khususnya pada siang hari. Deretan lapak pelaku UMKM di sepanjang jalan utama tampak semrawut dan menimbulkan kesan kumuh di salah satu pintu masuk Kota Sampit tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Muslih, mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, penataan kawasan UMKM di Nur Mentaya sebenarnya sudah pernah diwacanakan.
“Memang pernah diwacanakan penataan UMKM di kawasan Nur Mentaya supaya tidak terlihat semrawut. Karena kalau ditata dengan baik, dampaknya bisa seperti pemasangan lampu di kawasan itu, yakni mampu menghidupkan aktivitas UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Namun, upaya penataan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Muslih menjelaskan, salah satu kendala utama adalah status lahan di sepanjang kawasan tersebut yang merupakan milik pribadi masyarakat.
“Kalau di Palangka Raya, lahannya milik pemerintah, jadi lebih mudah ditata. Sementara di sini banyak lahan milik perorangan, itu yang menjadi kendala kita,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini para pelaku UMKM masih berjualan secara tersebar tanpa penataan yang jelas, karena belum adanya lokasi khusus yang disiapkan pemerintah.
“Sekarang mereka masih bertebaran, belum tertata. Kami yakin ke depan ini bisa diatasi, tapi memang belum masuk ke arah sana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan tidak tinggal diam. Pihaknya akan mulai melakukan komunikasi dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Kami akan coba komunikasikan dan cari solusi. Yang jelas, kita tidak ingin berdiam saja. Secara bertahap akan kita mulai, karena UMKM di sana sebenarnya sudah cukup hidup, tinggal bagaimana menatanya,” tegas Muslih.
Secara visual, kawasan Nur Mentaya memang menunjukkan perbedaan mencolok antara siang dan malam hari. Pada siang hari, lapak yang terbuat dari kayu, kontainer, hingga terpal dengan warna beragam tampak tidak seragam, bahkan sebagian terlihat rusak.
Namun saat malam tiba, kondisi tersebut tersamarkan oleh cahaya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang membuat suasana lebih hidup dan ramai oleh aktivitas pedagang.
Pemerintah daerah berharap, ke depan kawasan Nur Mentaya tidak hanya ramai di malam hari, tetapi juga memiliki tampilan yang lebih tertata dan nyaman dipandang sepanjang waktu. (f1/sb)