Penyakit Kronis Serang Usai Muda, RSUD dr Murjani Sampit Ingatkan Penting Pola Hidup Sehat
SB, SAMPIT - Tren meningkatnya penyakit kronis pada usia muda menjadi perhatian serius RSUD dr Murjani Sampit. Rumah sakit tersebut mengingatkan masyarakat, khususnya generasi produktif, agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat di tengah gaya hidup modern yang dinilai semakin tidak terkontrol.
Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hermawan mengatakan, kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke hingga gagal ginjal kini mulai banyak ditemukan pada usia muda di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Sekarang banyak anak muda yang pola makannya tidak teratur, konsumsi makanan manis dan asin berlebihan, kurang olahraga dan istirahat. Kondisi itu sangat berisiko memicu hipertensi maupun diabetes di usia muda,” ujar dr Iman, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pola hidup tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya kasus penyakit kronis tersebut. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji tinggi gula, garam dan lemak, ditambah kurang aktivitas fisik, begadang serta merokok menjadi kombinasi yang berbahaya bagi kesehatan.
Ia mengungkapkan, pihak rumah sakit bahkan pernah menangani pasien gagal ginjal berusia 25 tahun yang harus menjalani hemodialisa rutin akibat hipertensi yang tidak terkontrol sejak awal.
“Kami pernah menemukan pasien usia 25 tahun sudah menjalani hemodialisa rutin. Ini menjadi alarm bahwa penyakit kronis sekarang tidak lagi identik dengan usia lanjut,” tegasnya.
dr Iman menilai rendahnya kesadaran masyarakat, terutama anak muda, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi persoalan serius. Banyak orang merasa tubuhnya masih sehat, padahal penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering berkembang tanpa gejala.
“Banyak pasien datang ketika kondisinya sudah komplikasi. Padahal kalau terdeteksi lebih awal, penanganannya bisa lebih cepat dan risiko penyakit berat dapat dicegah,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui konsep CERDIK dari Kementerian Kesehatan, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup serta kelola stres.
Di sisi lain, ia mengapresiasi meningkatnya tren olahraga di kalangan anak muda di Sampit, mulai dari lari santai, gym hingga berbagai aktivitas kebugaran lainnya yang kini semakin diminati masyarakat.
“Kesadaran untuk berolahraga mulai tumbuh dan itu sangat baik. Tinggal bagaimana konsistensinya dijaga agar menjadi gaya hidup sehat jangka panjang,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit hipertensi, diabetes, stroke maupun jantung agar lebih disiplin menjaga pola hidup dan rutin memeriksakan kesehatan.
“Kalau ada faktor keturunan, jangan menunggu sakit dulu baru periksa. Justru harus lebih waspada dan mulai menjaga kesehatan sejak sekarang,” pungkasnya. (f1/sb)