Pemkab Katingan melaksanakan rapat persiapan MTQH Kalteng 2026 sebagai bentuk pematangan tuan rumah. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) XXXIV Tingkat Kalteng Tahun 2026. Berbagai aspek teknis hingga pelayanan bagi kafilah menjadi fokus utama agar ajang keagamaan tingkat provinsi yang akan dipusatkan di Kasongan itu berlangsung sukses, tertib, dan berkesan.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi panitia pelaksana yang digelar di Gedung Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Katingan, Selasa (21/7/2026). Rapat dihadiri seluruh koordinator bidang beserta anggota panitia untuk memastikan setiap tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Dalam rapat tersebut, masing-masing koordinator bidang memaparkan perkembangan persiapan sekaligus menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih harus diselesaikan. Pembahasan meliputi kesiapan arena perlombaan, akomodasi dan konsumsi kafilah, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga publikasi dan layanan informasi selama pelaksanaan MTQH.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Katingan, Manto Hotden Manalu, yang turut mengikuti rapat menegaskan pihaknya siap mendukung kelancaran penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
"Diskominfostandi siap mendukung publikasi dan penyebaran informasi agar seluruh rangkaian kegiatan MTQH XXXIV Tingkat Kalteng dapat diketahui masyarakat secara luas serta berjalan dengan baik," ujarnya.
Panitia berharap koordinasi yang terus diperkuat mampu meminimalkan berbagai kendala di lapangan sekaligus memastikan seluruh tamu, peserta, dan kafilah dari kabupaten dan kota se-Kalteng memperoleh pelayanan terbaik selama berada di Kabupaten Katingan.
Melalui persiapan yang matang dan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Katingan optimistis MTQH XXXIV Tingkat Kalteng Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan generasi Qurani, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi daerah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di Bumi Penyang Hinje Simpei. (sb/*)