Nanik S Deyang ketika bertemu Presiden RI Prabowo Subianto. (FOTO: FACEBOOK NANIEK SUDARYATI DEYANG)
SB, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN di tengah upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan tersebut sontak menjadi perhatian publik karena BGN memegang peran penting dalam pelaksanaan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Informasi mengenai pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh Nanik setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Presiden disebut menerima keputusan tersebut dengan penuh pengertian dan tetap memberikan kepercayaan kepada Nanik untuk terus berkontribusi dalam penguatan BGN melalui Dewan Pengawas yang saat ini sedang dipersiapkan pemerintah.
"Presiden menerima pengunduran diri saya dengan penuh pengertian. Beliau juga meminta saya tetap mengawal jalannya Badan Gizi Nasional melalui Dewan Pengawas yang sedang dipersiapkan," ujar Nanik.
Meski tak lagi memimpin BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung seluruh program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Saya tetap akan mendukung perjuangan Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program strategis pemerintah," tegasnya.
Nanik S Deyang diketahui baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026. Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN untuk memperkuat pelaksanaan tugas lembaga tersebut.
Dengan mundurnya Nanik, proses kepemimpinan BGN selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai siapa yang akan mengisi posisi Kepala BGN maupun kapan penggantinya akan ditetapkan.
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai rencana. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional yang diharapkan mampu menekan angka stunting, memperbaiki status gizi masyarakat, sekaligus mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Pengunduran diri Nanik menjadi sorotan karena terjadi saat pemerintah tengah memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Publik kini menantikan langkah pemerintah dalam memastikan transisi kepemimpinan di BGN berlangsung cepat sehingga pelaksanaan program strategis tersebut tetap berjalan optimal tanpa mengganggu target yang telah ditetapkan. (sb/*)