seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPPPAPPKB Kotim Sebut Bullying di Kalangan Pelajar SMP Jangan Dianggap Sepele

by Redaksi - Tanggal 23-07-2026,   jam 10:35:07
Kepala DPPPAPPKB Kotim, Achmad Yusi Kepala DPPPAPPKB Kotim, Achmad Yusi

SB, SAMPIT – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan agar kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, khususnya tingkat SMP, tidak lagi dianggap sebagai persoalan sepele.

Kepala DPPPAPPKB Kotim, Achmad Yusi, menegaskan bahwa dampak bullying tidak hanya berupa luka fisik, tetapi juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang berkepanjangan.

"Jangan anggap remeh bullying. Bullying verbal maupun psikologis sering luput dari perhatian, padahal dampaknya terhadap kesehatan mental anak bisa sama beratnya," ujar Achmad Yusi, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, usia SMP merupakan masa penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan otak anak. Pengalaman buruk akibat perundungan berulang berpotensi membekas hingga dewasa jika tidak segera ditangani.

Karena itu, DPPPAPPKB mengajak guru, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda bullying serta memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah.

Achmad memastikan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) siap memberikan pendampingan kepada korban apabila terdapat laporan kasus perundungan.

"Harapannya jangan sampai ada bullying lagi, terutama di usia SMP. Kalau trauma sudah terjadi, akan sangat sulit dipulihkan," katanya.

Ia menambahkan, DPPPAPPKB terus bersinergi dengan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan indikator Kota Layak Anak, yang salah satu syaratnya adalah sekolah bebas dari praktik bullying.

Melalui kolaborasi semua pihak, DPPPAPPKB berharap setiap anak dapat belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta terbebas dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan. (f1/sb)