seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Fenomena Langka Muncul Pantai di Sungai Lamandau, BPBD Berikan Imbauan

by Redaksi - Tanggal 23-07-2026,   jam 22:30:10
Masyarakat yang memadati Sungai Lamandau dalam kondisi surut sehingga muncul pasir seperti pantai. FOTO:BAYU/SB Masyarakat yang memadati Sungai Lamandau dalam kondisi surut sehingga muncul pasir seperti pantai. FOTO:BAYU/SB

SB, NANGA BULIK– Musim kemarau menghadirkan pemandangan yang tak biasa di Sungai Lamandau. Surutnya debit air membuat hamparan pasir luas muncul ke permukaan, menciptakan fenomena yang oleh masyarakat disebut sebagai "pantai" dadakan.

Kemunculan hamparan pasir tersebut langsung menjadi daya tarik bagi warga. Sejak beberapa hari terakhir, banyak masyarakat datang bersama keluarga maupun teman untuk bersantai, bermain pasir, berfoto, hingga menikmati suasana alam di tepian Sungai Lamandau, sejak Selasa (21/7/2026). 

Wisata alami yang muncul secara musiman ini menjadi alternatif rekreasi tanpa biaya. Selain menawarkan panorama yang indah, lokasi tersebut juga menjadi tempat favorit warga untuk menghabiskan waktu sore sambil menikmati semilir angin dan matahari yang mulai terbenam.

Meski menjadi destinasi dadakan yang menarik, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel imbau kepada masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan sungai.

"Pengunjung diminta tidak lengah terhadap perubahan kondisi arus maupun kedalaman air yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat membawa anak-anak," ujarnya. 

Selain itu, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi hal yang penting. Pengunjung diharapkan tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan Sungai Lamandau tetap terjaga dan dapat terus dinikmati oleh masyarakat luas. 

Hendikel menambahkan Fenomena "pantai" musiman di Sungai Lamandau ini menjadi bukti bahwa alam selalu menghadirkan pesonanya sendiri.

"Dengan tetap menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan, keindahan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem sungai," pungkasnya. (BY/SB)