Pemkab Gumas mendukung pencanangan Desa Cantik
SB, KUALA KURUN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Mas resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola data desa yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran hingga tingkat desa.
Pencanangan dan Ekspos Data Desa Cantik digelar di Aula Kantor Kecamatan Kurun, Jumat (24/7/2026), dihadiri Plt Camat Kurun Berjoaldi, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Gunung Mas Ihromi Darma Putra, Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas Mulya Setiawan, para kepala desa, perangkat desa, serta sejumlah tamu undangan.
Plt Camat Kurun, Berjoaldi, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan akan menghasilkan kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami mengapresiasi BPS Kabupaten Gunung Mas sebagai pembina Program Desa Cantik dan Diskominfosantik sebagai wali data daerah. Data adalah kunci utama pembangunan. Jika datanya akurat, maka kebijakan yang diambil pemerintah juga akan tepat sasaran," tegas Berjoaldi.
Ia berharap Program Desa Cantik tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu membangun budaya pengelolaan data yang baik di setiap desa. Berjoaldi juga meminta pemerintah desa memanfaatkan data sebagai dasar penyusunan APBDes, percepatan penanggulangan kemiskinan, hingga upaya menurunkan angka stunting secara lebih terarah.
"Saya berharap seluruh desa rutin memperbarui data melalui petugas yang telah ditunjuk. Dengan data yang valid, penyusunan APBDes, penanganan kemiskinan, dan percepatan penurunan stunting akan lebih presisi dan efektif," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Gunung Mas, Ihromi Darma Putra, mengatakan Program Desa Cantik merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem data yang terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Menurutnya, kualitas pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki.
"Data yang salah akan menghasilkan keputusan yang salah, sedangkan data yang benar akan membawa kemakmuran bagi masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh pemerintah desa mengelola data secara jujur, akurat, dan terus diperbarui secara berkala," kata Ihromi.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas, Mulya Setiawan, menjelaskan bahwa Program Desa Cantik merupakan amanat pemerintah pusat kepada BPS untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik sesuai standar nasional. Selain pendampingan dari BPS, pemerintah daerah juga memberikan dukungan digital melalui aplikasi SIDAT agar pengelolaan data desa semakin modern dan mudah diakses.
"BPS bertugas membina pemerintah desa dalam menyiapkan data statistik yang berkualitas. Diskominfosantik juga telah menghadirkan aplikasi SIDAT sebagai pendukung pengelolaan data. Sekarang semuanya sudah berbasis digital, sehingga Desa Cantik harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar data benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah," jelas Mulya.
Melalui Program Desa Cantik Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menargetkan seluruh desa mampu menghasilkan data statistik yang valid, terstandar, dan berkelanjutan. Dengan data yang berkualitas, perencanaan pembangunan diharapkan semakin efektif, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (sb/*)