seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Landasan Bandara H Asan Diperbesar, Jalan Tjilik Riwut Bakal Ditutup Permanen

by Redaksi - Tanggal 12-08-2026,   jam 12:20:16
Tampak lokasi di Jalan Tjilik Rowut yang menjadi perluasan Bandara H Asan Sampit. (FOTO:ISTIMEWA) Tampak lokasi di Jalan Tjilik Rowut yang menjadi perluasan Bandara H Asan Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pengembangan Bandara H Asan Sampit membawa perubahan pada akses jalan di sekitarnya. Sejumlah ruas Jalan Tjilik Riwut akan ditutup permanen karena terdampak rencana perbesaran dan perpanjangan landasan bandara.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan jalur alternatif agar aktivitas masyarakat tetap berjalan saat akses lama ditutup.

Wakil Bupati Kotim Irawati meminta masyarakat, terutama pengguna rute Sampit-Palangka Raya, mulai menyesuaikan diri dengan jalur baru yang telah disiapkan.

“Saya memohon pengertian dan kerja sama seluruh masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti jalur yang telah diarahkan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar Irawati, Rabu (12/8/2026).

Jalur alternatif yang disiapkan mengarahkan kendaraan dari Jalan Tjilik Riwut menuju Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Dari sana, kendaraan dapat melintasi Jalan Ir. Soekarno atau Lingkar Utara sebelum kembali terhubung ke Jalan Tjilik Riwut.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengatakan penutupan jalan belum dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah masih memastikan jalur alternatif siap digunakan sebelum akses lama ditutup.

“Target kami sekitar November sampai Desember. Tapi dengan catatan Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto sudah benar-benar operasional, mulus, dan fasilitas pendukungnya lengkap, termasuk rambu-rambu serta penerangan jalan,” katanya.

Raihan menegaskan, pemerintah tidak ingin penutupan Jalan Tjilik Riwut justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Karena itu, kesiapan jalur alternatif menjadi pertimbangan utama.

Perbesaran dan perpanjangan landasan menjadi bagian dari pengembangan Bandara H. Asan Sampit. Dengan peningkatan fasilitas tersebut, pemerintah berharap konektivitas udara dan pelayanan transportasi di Kotim semakin baik.

Masyarakat pun diminta mulai mengenali jalur alternatif serta mengikuti rambu lalu lintas yang nantinya dipasang. Penutupan permanen akan dilakukan setelah akses pengganti dan seluruh fasilitas pendukung dinyatakan siap.

Pemerintah Kotim memastikan perubahan akses tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bandara sekaligus menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. (f1/sb)