seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pekarangan Rumah Didorong Jadi Sumber Pangan Keluarga

by Redaksi - Tanggal 12-08-2026,   jam 15:42:31
Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor bersama pengurus melaksanakan kunjungan lapangan. (FOTO: ISTIMEWA) Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor bersama pengurus melaksanakan kunjungan lapangan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Ajakan itu disampaikan Khairiah saat meninjau pelaksanaan program Aku Hatinya PKK di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pekarangan tidak seharusnya hanya dipenuhi tanaman hias. Sebagian lahan bisa digunakan untuk menanam sayuran, cabai hingga bumbu dapur.

“Kalau halaman rumah, bunga boleh, tetapi harus ada tanaman sayur-sayuran, khususnya untuk konsumsi diri sendiri,” kata Khairiah.

Ia menilai, hasil kebun rumah tangga bisa membantu mengurangi pengeluaran, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Seperti lombok dan bumbu-bumbu dapur, supaya tidak selalu membeli. Ini juga sebagai antisipasi apabila harga kebutuhan mahal,” ujarnya.

Khairiah mengapresiasi kondisi tanaman di Desa Pelangsian yang dinilai sudah cukup baik. Namun, ia meminta pemeliharaan dilakukan secara rutin agar hasilnya maksimal.

“Alhamdulillah, saya sudah melihat tanamannya sudah bagus. Tinggal pemeliharaan,” katanya.

Selain tanaman pangan, Khairiah juga mendorong adanya kolam ikan sehingga pemanfaatan pekarangan bisa lebih lengkap. “Saya juga minta tambahan, kalau bisa dibuat kolam ikan,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah desa tidak hanya menjadikan program tersebut sebagai lokasi percontohan, tetapi turut mengajak masyarakat sekitar menerapkannya di rumah masing-masing.

“Kami tadi juga menyarankan kepada Bu Kades supaya kegiatan ini disebarkan kepada masyarakat sekitarnya,” jelas Khairiah.

Ia menegaskan, pemantauan program Aku Hatinya PKK akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kotim.

“Ini menyeluruh sebenarnya. Yang terdekat dulu kami kunjungi. Nanti secara bertahap, kalau ada kunjungan ke daerah, kami sempatkan untuk melihat kegiatan ini,” pungkasnya. (f1/sb)