Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Akses Sulit Selalu Jadi Kendala, Wabup Kotim Tinjau Karhutla di Ganepo

Redaksi 24-09-2026, 10:47 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika meninjau lokasi karhutla di Desa Ganepo yang sulit dilalui. (FOTO:ISTIMEWA)
Wabup Kotim, Irawati ketika meninjau lokasi karhutla di Desa Ganepo yang sulit dilalui. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Akses menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman. Kondisi tersebut kembali ditemukan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati saat meninjau langsung lokasi karhutla, Kamis (24/9/2026).

Peninjauan dilakukan setelah Irawati menerima laporan dari Camat Seranau terkait kebakaran yang masih terjadi di wilayah tersebut. Ia turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi petugas dalam melakukan penanganan.

Dari hasil pemantauan, medan menuju titik kebakaran cukup sulit dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam. Kondisi ini membuat petugas harus menghadapi tantangan lebih besar untuk menjangkau sumber api.

Irawati mengatakan, persoalan akses tersebut bukan hal baru dalam penanganan karhutla. Sulitnya medan dan keterbatasan jalur menuju titik api menjadi kendala yang selalu dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman.

“Kendalanya memang akses. Ini yang selalu menjadi persoalan karena mobil pemadam tidak bisa masuk sampai ke titik kebakaran,” kata Irawati.

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi mobilisasi personel dan peralatan pemadaman. Karena itu, penanganan harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan dan sumber daya yang tersedia di lapangan.

Meski menghadapi kendala akses, Irawati memastikan pemerintah daerah tetap berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan menjangkau wilayah lainnya.

Sementara itu, operasi water bombing sebelumnya telah dilakukan untuk membantu menangani sejumlah titik karhutla di Kotim. Namun, pada Kamis, operasi udara tersebut diarahkan ke wilayah Kecamatan Baamang, khususnya di sekitar kawasan Bandara H. Asan Sampit, dengan mempertimbangkan titik kebakaran yang menjadi prioritas.

Irawati juga menyampaikan apresiasi kepada petugas, relawan, aparat, serta masyarakat yang terus berada di lapangan untuk melakukan penanganan karhutla.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla di wilayah Kotawaringin Timur dapat dilakukan secara optimal. Terima kasih kepada seluruh petugas, relawan, dan masyarakat yang terus berjuang di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi seluruh unsur dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah karhutla meluas. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan kerja sama dan respons cepat agar setiap titik api dapat segera ditangani. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard