Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pasca 2 Petugas Tumbang Padamkan Karhutla, Wabup Kembali Ingatkan Keselamatan

Redaksi 26-09-2026, 09:34 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika meninjau personel yang tumbang padamkan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Wabup Kotim, Irawati ketika meninjau personel yang tumbang padamkan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memakan tenaga para petugas di lapangan. Dua personel yang berjibaku memadamkan api di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 11, Tanah Mas, bahkan tumbang hingga harus mendapat penanganan medis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Kotim Irawati. Ia mengingatkan seluruh personel yang berada di garis depan agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.

“Kemarin saya kembali mendapat laporan bahwa ada dua personel yang pingsan saat menjalankan tugas di lapangan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan dan kesehatan para pejuang di garda terdepan harus menjadi prioritas,” kata Irawati, Sabtu (26/9/2026).

Setelah menerima laporan tersebut, Irawati langsung mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Baamang II. Kedatangannya untuk memastikan kondisi dua personel yang sebelumnya dievakuasi dari lokasi pemadaman.

Keduanya merupakan personel Polres Kotim, yakni Bripda Alvin Riadi dan Bripda Taba Raisi. Mereka mengalami gangguan kesehatan saat bertugas sebagai relawan pemadam karhutla di Tanah Mas pada Rabu (23/9/2026).

Irawati meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai TNI, Polri, BPBD, Damkar hingga relawan, memperhatikan kondisi fisik selama bertugas.

Menurutnya, kondisi lapangan yang panas, asap pekat dan aktivitas pemadaman yang menguras tenaga dapat membuat petugas kelelahan. Karena itu, istirahat dan pemulihan harus menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan selama operasi.

“Jangan memaksakan diri kalau tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau gangguan kesehatan. Tetap semangat, tetap waspada, dan jangan ragu beristirahat ketika diperlukan,” tegasnya.

Irawati menegaskan, keberadaan petugas sangat penting dalam menghadapi karhutla. Namun, keselamatan personel harus tetap menjadi perhatian utama agar tidak muncul korban akibat kelelahan saat menjalankan tugas.

“Tugas kita penting, tetapi keselamatan jiwa jauh lebih utama,” ujarnya.

Ia memastikan Pemkab Kotim akan terus memberikan dukungan kepada seluruh personel dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Perhatian terhadap kondisi petugas juga dilakukan Irawati sehari sebelumnya. Selasa (22/9/2026), ia menjenguk Edwin Saleh, anggota Regu 6 Taruna Siaga Bencana, yang juga tumbang saat membantu pemadaman karhutla di kawasan Tanah Mas.

“Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus memberikan dukungan kepada seluruh pejuang penanggulangan karhutla,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard