Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dishub Kotim Perketat Pengawasan Pelayaran di Sungai Mentaya

Redaksi 14-10-2026, 13:04 WIB 2 menit baca
Kondisi kabut asap di Sampit membahayakan transportasi air. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Kondisi kabut asap di Sampit membahayakan transportasi air. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat pengawasan aktivitas pelayaran di Sungai Mentaya menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan jarak pandang menurun dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi vertikal terkait. Pengawasan difokuskan terhadap kapal yang akan berangkat maupun kapal yang memasuki alur Sungai Mentaya.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan hingga saat ini jadwal pelayaran kapal laut belum mengalami perubahan akibat kabut asap. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk memastikan kelancaran dan keamanan distribusi barang, terutama kebutuhan pokok masyarakat.

“Sampai sekarang masih aman. Untuk arus barang, sembako dan sebagainya, sebagian besar melalui kapal laut. Ini yang terus kami jaga melalui koordinasi dan pengawalan yang lebih ketat, terutama saat kapal masuk dan keluar alur Sungai Mentaya,” ungkapnya, Rabu (14/10/2026).

Selain kondisi jarak pandang, Raihansyah menyebut peningkatan gelombang laut juga menjadi pertimbangan dalam menentukan izin keberangkatan kapal, khususnya kapal yang melintasi Laut Jawa. Karena itu, faktor cuaca dan keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian dalam setiap aktivitas keberangkatan.

Tidak hanya kapal berukuran besar, Dishub Kotim juga meningkatkan imbauan kepada motoris kelotok dan perahu kecil yang melayani penyeberangan antarkecamatan. Salah satunya pada rute Sampit menuju Desa Terantang dan Kecamatan Seranau.

Menurutnya, keterbatasan jarak pandang, terutama pada sore hari, dapat meningkatkan risiko kecelakaan di sungai apabila motoris tidak meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.

“Kami terus mengimbau seluruh motoris, terutama yang melintasi Sungai Mentaya, agar lebih berhati-hati dalam perjalanan. Jarak pandang yang pada sore hari bisa di bawah 100 meter sangat berpengaruh terhadap keselamatan,” tegasnya.

Dishub Kotim mengingatkan seluruh pengguna transportasi air agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama selama kabut asap masih mengganggu jarak pandang.

"Motoris diminta menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi alur sungai demi menghindari kecelakaan", pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard