Gubernur Pastikan Aktivitas Pelabuhan Bagendang Tetap Normal di Tengah Karhutla
SB, SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meninjau Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk memastikan aktivitas logistik dan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Agustiar memastikan aktivitas pelabuhan tetap berjalan lancar berdasarkan penjelasan pihak pengelola.
“Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, aktivitas di Pelabuhan Bagendang berjalan lancar ya,” kata Agustiar di sela peninjauan, Kamis (15/10/2026)
Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu pintu utama penggerak perekonomian daerah. Karena itu, kelancaran operasional pelabuhan perlu dijaga agar arus barang dan distribusi kebutuhan masyarakat tidak terganggu.
Ia menegaskan, peninjauan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi operasional di lapangan sesuai dengan laporan yang diterima pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi Kalteng berharap aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan baik sehingga distribusi barang, terutama bahan kebutuhan pokok, dapat terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi karhutla.
Sementara itu, Head Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang, Bumiharjo, Akhmad Fajar menjelaskan, kegiatan bongkar muat dan distribusi logistik di Pelabuhan Bagendang hingga saat ini masih berjalan normal meskipun wilayah Kalteng menghadapi karhutla.
“Alhamdulillah, selama kondisi kebakaran hutan dan lahan ini, aktivitas kita tetap normal, terutama distribusi bahan sembako kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kelancaran operasional pelabuhan berperan penting dalam menjaga distribusi bahan kebutuhan pokok, khususnya untuk masyarakat di Kabupaten Kotim, Seruyan, dan Katingan.
Menurut Fajar, Pelabuhan Bagendang menangani aktivitas bongkar muat hingga mencapai 6.000 TEUs per bulan. Volume tersebut menunjukkan peran strategis pelabuhan dalam mendukung arus logistik dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Kalteng.
Ia menambahkan, operasional pelabuhan tetap menyesuaikan kondisi pasang surut air. Aktivitas kapal dan bongkar muat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi perairan serta mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan memastikan kegiatan kepelabuhanan tetap berlangsung aman dan lancar, sehingga distribusi logistik kepada masyarakat dapat terus terjaga. (f1/sb)