Aksi Kemanusiaan, Polres Kobar Berikan 180 Paket Sembako ke Rumah Warga Terdampak Karhutla
SB, PANGKALAN BUN– Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dilakukan secara door to door atau langsung dari rumah ke rumah demi memastikan bantuan tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, pada Kamis (29/10/2026) siang.
Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., menyatakan aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk empati dan kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.
"Kami menyadari bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan warga sekitar. Oleh karena itu, bantuan paket sembako ini kami antarkan langsung ke rumah-rumah warga dengan harapan dapat sedikit meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari mereka," ujar AKBP Joko.
Proses pendistribusian 190 paket sembako ini dipimpin langsung oleh Kapolsek kumai bersama personel Polres Kobar, Dokkes, Brimob serta didampingi oleh perangkat desa setempat.
Selain membagikan sembako yang berisi kebutuhan pangan esensial, petugas kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polres Kobar juga turut serta untuk memberikan edukasi kesehatan gratis bagi lansia dan anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Warga Desa Sungai Sekonyer menyambut kedatangan rombongan kepolisian ini dengan antusiasme yang tinggi dan rasa haru.
Kehadiran petugas di depan pintu rumah mereka menjadi angin segar di tengah kepungan asap tipis yang sempat mengganggu aktivitas luar ruangan dalam beberapa pekan terakhir.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Polres Kobar atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan secara langsung tanpa merepotkan warga untuk berkumpul di satu titik.
Melalui kegiatan penyaluran bantuan sembako ini, Polres Kobar juga memanfaatkan momentum untuk memberikan edukasi dan imbauan secara langsung mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat adanya titik api. (sb)