Dukung Penuh Pengurangan Sampah Plastik di Kota Palangka Raya
SB, PALANGKA RAYA – Untuk membuat kota yang indah asri dan nyaman berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Kota palangka raya seperti halnya memperindah taman-taman kota dengan berbagai fasilitas, namun yang lebih penting lagi adalah soal sampah.
Karena suatu kota bisa dikatakan indah dan nyaman jika kota tersebut tak ada sampah, atau jika ada sampah yang menumpuk sedikit. Karena adanya sampah sendiri tentunya akan mencerminkan suatu kota apakah indah ataukah tidak.
Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau juga di Depo Sampah telah melakukan dengan baik seperti pemilahan di TPS atau Depo sebelum dibuang di Tempat Pembuangan Akhir.
Ketua Komisi C DPRD Palangka Raya, M Hasan Busyairi kepada awak media Rabu, (26/04/2023) mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap langkah yang dilakukan Pemko Palangka Raya dalam penguranngan sampah Plastik di Kota setempat.
“Kami tentunya akan mendukung penuh Peraturan Daerah (Perda) Kota Palangka Raya Nomor 3 Tahun 2022, tentang pengurangan penggunaan kantong plastik, karena kita tahu sampah plastic sulit terurai dengan tanah,” ungkapnya.
Hasan menyatakan dengan dioptimalkannya upaya pengurangan penggunaan kantong plastik oleh Pemko Palangka Raya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang selama ini didominasi oleh sampah plastik.
“Salah satu solusi alternatif yang bisa dijalankan oleh masyarakat adalah berbelanja dengan menggunakan “Bakul” sebagai pengganti kantong plastik yang berasal dari anyaman purun, khas kearifan local,” katanya.
Dengan itu lanjut Hasan secara tak langsung membantu pelaku UMKM Lokal dapat bertahan pasca Pandemi. Purun sendiri merupakan sejenis rumput yang banyak tumbuh di rawa ini sangat mudah didapat sebagai bahan anyaman.
Hasan Busyairi mengimbau kepada warga Kota Palangka Raya saat akan berbelanja agar membawa kantong belanjaan dari rumah, sehingga ini akan mengurangi penggunaan kantong plastik. Kepada ritel modern atau pasar tradisional sebisa mungkin untuk tidak lagi memberikan kantong plastic kepada pembeli, agar dapat menjadi pembelajaran agar membawa kantong belanjaan dari rumah. (mda/ok)