Lima Organisasi Profesi Kesehatan Sampaikan Aspirasi ke DPRD Kalteng
SB, PALANGKA RAYA – Lima Organisasi Profesi Kesehatan yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kalteng. Kelima Organisasi itu antara lain: Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
Kelima Organisasi Profesi Kesehatan itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno dan didampingi anggota DPRD Kalteng lainnya. Pihak DPRD memastikan akan segera menindaklajuti aspirasi dari para tenaga kesehatan termasuk dokter berkaitan perlindungan tugas mereka ke Komisi 9 DPR RI.
"Ada banyak hal yang disampaikan dari tenaga kesehatan termasuk dokter, salah satunya perlindungan hukum, berkaitan dengan tugas mereka dalam dunia kesehatan," ucap Wiyatno usai menerima audensi tenaga kesehatan di gedung dewan.
Wiyatno mengatakan, beberapa aspirasi akan menjadi poin bagi dewan dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi para tenaga kesehatan ini ke DPR RI dan Kementerian Kesehatan.
"Karena ini adalah kegiatan nasional, demo dan audiensi tidak hanya di Kalteng, melainkan hampir diseluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama, mudah-mudahan Senin depan bisa kami sampaikan aspirasi dari para dokter ini ke Komisi 9 DPR RI," ungkap Wiyatno.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalteng Mikko Uria Mapas Ludjen, mengatakan, pada intinya mereka dari tenaga kesehatan mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugas, sehingga dalam menjalankan tugasnya bisa lebih optimal melayani pasien.
"Intinya kami dari tenaga kesehatan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Tidak pernah ada niat untuk mencelakai kepada pasien. Kami mengharapkan Komisi 9 DPR RI nanti bisa merevisi terkait rancangan UU menyangkut ancaman pidana dan perdata," ucap Mikko di sela-sela acara audensi.
Dia mengungkapkan, pihaknya juga menginginkan agar komisi 9 bisa merancang untuk pembangunan kesehatan yang lebih baik. Sehingga saat menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan,tentunya akan optimal apabila tidak ada ancaman atau intimidasi dari keluarga pasien. (mda/ok)