Lewati ke konten utama
Provinsi

Pertumbuhan Ekonomi Kalteng 2023 Sebesar 3,22 Persen

Redaksi 06-07-2023, 01:44 WIB 1 menit baca
Peserta saat mengikuti kegiatan Semnas 2023 di Aula Rahan UPR. (FOTO:YUDHA)
Peserta saat mengikuti kegiatan Semnas 2023 di Aula Rahan UPR. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar Seminar Nasional (Semnas) Ketahanan Pangan 2023. Acara dilaksanakan di Aula Rahan UPR Palangka Raya, Selasa (04/07/2023).

Deputi Perwakilan BI Kalteng Magfur dalam laporannya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I tahun 2023 sebesar 3,22.

"Pertumbuhan ekonomi Kalteng relatif melambat dibandingkan triwulan IV tahun 2022," terang Magfur saat Seminar Nasional Ketahanan Pangan.

Ia menjelaskan sebagian besar pertumbuhan ekonomi Kalteng masih didorong oleh sektor pertanian, dalam hal ini adalah produksi Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit perkebunan Kalteng.

"Selain itu subsektor tanaman pangan Kalteng juga turut menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen, seperti tanaman padi," ungkap Magfur.

Hal tersebut menunjukkan perlunya dicarikan cara agar potensi pertanian tanaman pangan dapat bertumbuh dan berkembang di Kalimantan Tengah.

“Kalteng yang mayoritas tanahnya berjenis gambut, tentunya bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutahan pangan lokal,” tuturnya.

Sehingga dapat mensuplai kebutuhan Kalteng sendiri sekaligus dapat melakukan suplai ke provinsi tetangga termasuk nantinya ibukota negara.

Pada Kegiatan seminar itu mengangkat tema “Mengubah Gambut Menjadi Emas Strategi Mendorong Produksi Pangan di Kalimantan Tengah” dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung.

Dalam sambutannya, Leonard mengatakan sebagai provinsi di Indonesia dengan lahan terluas sebesar 157.983 km², Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan produktif yang diharapkan dapat dikembangkan untuk kebutuhan pangan.

Menurutnya, berbagai tantangan dalam pengembangan sektor pertanian khususnya untuk tanaman pangan dan hortikultura di Kalteng dan Kalimantan, perlu menjadi perhatian bersama tidak hanya pada level provinsi tapi juga secara Nasional. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard