Buaya Asal Sungai Ijum Dilepas Liarkan di Suaka Margasatwa Lamandau
SB, SAMPIT – Setelah lima hari dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Ijum akhirnya dilepas liarkan oleh tim rescue penyelamatan di Kawasan Suaka Margasatwa, Kabupaten Lamandau pada Jumat (14/7/2023).
Ijum, buaya betina sepanjang 3 meter tersebut terperangkap di jaring penangkapan ikan nelayan Desa Ijum Raya, Kacamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu (9/7/2023) pagi.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan, pihaknya merasa merasa senang, bahagia dan puas dengan pelepas liaran buaya betina sepanjang 3 meter tersebut. Karena tim rescue penyelamatan berjalan lancar.
“Terima kasih untuk kawan-kawan Manggala Agni Pos Sampit yang sudah membantu saat rescue di Sei Ijum Raya dan turut membantu pengamanan buaya di Kota Sampit. Sebab rescue buaya cukup sulit dibandingkan dengan rescue satwa-satawa liar lainnya,” ucap Muriansyah kepada media ini.
Selain itu juga menurut Muriansyah, dalam mengevakuasi buaya selain faktor utama keamanan, banyak faktor yang harus selalu diperhatikan. Diantaranya, faktor pengamanan buaya sebelum diangkut dan faktor pengangkutan.
“Kita harus memperhatikan keamanan buaya juga, pastikan buaya tidak terluka selama dievakuasi. Contoh buaya di Sungai Ijum Raya ini karena dinyatakan sehat dan tidak ada luka langsung dilepas liarkan,” sebutnya.
Tak lupa diakhir penyampaiannya dirinya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, khususnya sering terjadi kemunculan buaya agar tetap berhati-hati dan selalu waspada saat beraktivitas di bantaran Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya. Terutama saat gelap atau malam hari.
“Selain itu, warga juga diminta jangan membuang bangkai binatang, sampah rumah tangga ke sungai serta tidak memelihara ternak di atas atau tepi sungai. Karena hal tersebut sering ditemukan di perairan Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya menyebabkan buaya mendekati perairan pemukiman. Kemunculan dan dilokasi serangan buaya, 95 % ini penyebabnya,” tukasnya. (sb)