Lewati ke konten utama
HUKUM

Warga Resah, Pipa Kondensat Diduga Milik PT MGE Bocor dan Cemari Lingkungan di Bengahon

Redaksi 20-06-2025, 10:24 WIB 1 menit baca
Kondisi air sungai di Desa Bengahon yang tercemar oleh cairan kondensat dari pipa bocor yang diduga milik PT MGE di Kabupaten Barito Utara, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)
Kondisi air sungai di Desa Bengahon yang tercemar oleh cairan kondensat dari pipa bocor yang diduga milik PT MGE di Kabupaten Barito Utara, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, MUARA TEWEH - Warga di sekitar Desa Bengahon, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, mengaku resah akibat kebocoran pipa kondensat yang diduga milik PT Mirah Ganal Energi (MGE).

Minyak kondensat dari pipa yang bocor tersebut dilaporkan telah mencemari lingkungan dan mengalir ke sungai hingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat.

Dalam rekaman video dan foto yang beredar, cairan kondensat terlihat mengambang di permukaan sungai, yang kini berubah warna menjadi kehijauan. Beberapa warga mengaku mengalami gatal-gatal usai mandi di sungai tersebut, dan sejumlah ikan ditemukan mati mengambang di danau sekitar lokasi.

“Saya baru tahu ada kebocoran ini tiga hari terakhir. Mereka sudah siapkan drum-drum untuk perbaikan, tapi kenyataannya belum juga tertangani,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dalam video tersebut, pria tersebut juga menunjukkan lima drum berwarna biru yang disebut-sebut digunakan untuk menanggulangi kebocoran. Ia menyayangkan belum adanya pemberitahuan resmi dari pihak perusahaan kepada masyarakat maupun Pemerintah Desa Bengahon.

“Kami tidak diberi tahu. Ini sangat berbahaya. Kalau dibiarkan dan sampai banjir, air bisa mengalir ke Sungai Lahei dan berdampak pada desa-desa lainnya,” tegasnya.

Ia meminta agar pihak perusahaan segera menangani masalah ini dengan serius, mengingat potensi bahayanya terhadap kesehatan warga dan ekosistem air setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara, Tinuk, saat dikonfirmasi media ini menyatakan pihaknya baru mendapatkan informasi dari media dan sedang melakukan langkah koordinasi.

“Selamat sore, justru kami dapat info dari teman-teman media. Kami sedang melakukan koordinasi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan investigasi, pengawasan, serta penegakan hukum jika ditemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Mirah Ganal Energi atas dugaan pencemaran yang terjadi. (*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard