Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Bupati Kapuas Minta 100 Handtraktor Dikelola Merata Percepatan Cetak Sawah

Redaksi 22-09-2026, 21:47 WIB 2 menit baca
Bupati Kapuas HM. Wiyatno memimpin rapat evaluasi percepatan cetak sawah, rapat dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. FOTO: HUMAS/SB
Bupati Kapuas HM. Wiyatno memimpin rapat evaluasi percepatan cetak sawah, rapat dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. FOTO: HUMAS/SB

 

SB, KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan konstruksi cetak sawah Tahun 2026. Evaluasi dan langkah percepatan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Bupati Kapuas HM Wiyatno di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jumat (18/9/2026).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi, Kepala Dinas Perhubungan Kapuas Teras, para camat serta sejumlah stakeholder terkait. Pertemuan tersebut membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati HM Wiyatno menekankan pentingnya optimalisasi sarana pertanian, khususnya alat dan mesin pertanian (alsintan), untuk mendukung pengolahan lahan dan percepatan cetak sawah.

Ia meminta pendistribusian 100 unit hand traktor dilakukan secara merata dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah, terutama kecamatan dan desa yang menjadi sentra pertanian.

“Saya minta distribusi alsintan dilakukan secara merata sesuai kebutuhan. Jangan sampai bertumpuk di satu wilayah, sementara wilayah lain yang membutuhkan tidak mendapat bagian. Pastikan alat ini digunakan untuk mendukung pengolahan lahan dan percepatan cetak sawah,” ujar Wiyatno.

Bupati juga menegaskan agar bantuan alsintan digunakan sesuai peruntukan dan tidak dialihfungsikan untuk kegiatan di luar sektor pertanian.

“Alsintan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Jangan dialihfungsikan atau hanya disimpan, karena tujuan bantuan ini adalah membantu petani dan mempercepat pengolahan lahan,” tegasnya.

Terkait biaya operasional pengolahan lahan, Wiyatno meminta kelompok tani menyepakati tarif yang wajar dengan mempertimbangkan kebutuhan operator, bahan bakar minyak (BBM) dan biaya perawatan alat. Kesepakatan tersebut juga harus memperhatikan kemampuan masyarakat.

Selain itu, para camat diminta segera menyusun proposal yang memuat kebutuhan pendukung pelaksanaan konstruksi cetak sawah di wilayah masing-masing. Proposal tersebut diharapkan dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan sehingga kebutuhan dapat diinventarisasi dan dikoordinasikan.

“Para camat saya minta segera menyusun proposal terkait kebutuhan pelaksanaan konstruksi cetak sawah di wilayah masing-masing. Sampaikan apa saja yang diperlukan di lapangan, sehingga kebutuhan tersebut dapat kita inventarisasi dan dikoordinasikan untuk mendukung percepatan pelaksanaan,” katanya.

Bupati juga meminta camat aktif mengawasi pemanfaatan alsintan di wilayah masing-masing serta terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kapuas.

“Camat harus aktif memantau penggunaan alsintan di lapangan. Jika ditemukan kendala atau penggunaan yang tidak sesuai, segera koordinasikan dengan Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (HMS/f4) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard