Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Bambang Irawan Ingatkan Program Swasembada Pangan Bisa Gagal Jika Masalah Lapangan Tak Dibenah

Redaksi 24-11-2025, 09:34 WIB 1 menit baca
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan.

SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menggaungkan swasembada pangan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan berbagai persoalan teknis yang selama ini menghambat petani di lapangan.

Menurutnya, klaim kesiapan dan potensi besar Kalteng sebagai daerah penyangga pangan nasional tidak akan berarti apa-apa jika hambatan dasar petani mulai dari kurangnya sarana produksi hingga distribusi pupuk yang tidak merata tidak dibenahi secara serius.

“Kita bisa bicara swasembada sepanjang hari, tapi kalau masalah teknis yang dihadapi petani tidak diselesaikan, target ini hanya akan jadi slogan,” tegas Bambang, Senin (24/11/2025).

Ia menyebutkan, banyak laporan dari berbagai daerah yang menunjukkan petani masih bekerja dalam kondisi serba terbatas. Ada yang kekurangan benih, kesulitan mengakses pupuk, hingga minimnya pendampingan dari tenaga penyuluh.

Padahal, kata dia, Kalteng memiliki modal besar sebagai lumbung pangan, mulai dari lahan yang luas hingga pengalaman petani yang sudah turun-temurun mengelola lahan produktif.

“Potensi kita memang luar biasa. Tapi tanpa dukungan nyata, petani tidak akan mampu meningkatkan produktivitas secara optimal,” ujarnya.

Bambang juga menilai pemerintah perlu memastikan rantai distribusi sarana produksi benar-benar berpihak pada petani kecil. Jika distribusi pupuk, benih, dan alat pertanian tidak merata, maka peningkatan produksi akan berjalan timpang.

“Ini soal keberpihakan. Kalau petani tidak mampu mengakses kebutuhan dasar mereka, jangan berharap swasembada pangan bisa dicapai,” katanya.

Ia mendorong Pemprov Kalteng membangun sistem pertanian berkelanjutan yang memberikan kepastian jangka panjang, bukan hanya mengejar target politik atau capaian tahunan.

“Petani harus merasa dilibatkan sejak awal. Mereka bukan sekadar objek, tapi motor utama keberhasilan swasembada,” tukasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard