Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Sinergi Guru dan Orang Tua Cegah Perundungan
SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara guru dan orang tua dalam membangun karakter generasi muda, terutama di tengah meningkatnya kasus perundungan (bullying) di lingkungan pelajar.
Menurutnya, upaya sosialisasi mengenai bahaya perundungan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan memang berjalan baik, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi, budaya sekolah, dan pola komunikasi yang terbangun antara pihak sekolah dan orang tua.
“Sosialisasi sudah berjalan, namun tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing sekolah,” ujarnya.
Tomy mengungkapkan bahwa guru saat ini sering berada dalam posisi dilematis ketika menjalankan tugas pembinaan. Tindakan disiplin yang dilakukan guru tidak jarang justru memunculkan keberatan dari orang tua.
“Guru sekarang sering berada dalam posisi serba salah. Ketika menegur atau mendisiplinkan siswa, sering muncul keberatan dari orang tua,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan perundungan merupakan tugas bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama harus memberikan dukungan penuh.
Tomy menekankan bahwa komunikasi yang baik antara guru dan orang tua adalah kunci terciptanya pembinaan yang efektif.
“Jika kedua pihak memiliki pemahaman yang sama, maka pembinaan kepada anak akan berjalan lebih efektif, baik di sekolah maupun di rumah,” lanjutnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif demi perkembangan karakter peserta didik.
“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Sudah selayaknya kita memberikan perhatian terbaik agar mereka tumbuh dengan baik, memiliki empati, dan terhindar dari perilaku negatif,” tutupnya. (sb/*)