seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bank Kalteng Sinkronkan Program CSR dengan Perioritas Pembangunan Kalteng

by Redaksi - Tanggal 22-07-2026,   jam 17:12:00
Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden menghadiri pembahasan kemitraan CSR. (FOTO: ISTIMEWA) Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden menghadiri pembahasan kemitraan CSR. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Bank Kalteng mulai menyelaraskan program Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih tepat sasaran dan mendukung prioritas pembangunan daerah.

Langkah tersebut dibahas dalam Workshop Kemitraan bertema Menyelaraskan CSR Bank Kalteng untuk Optimalisasi Program Daerah Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (22/7/2026).

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih optimal.

"Pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Linae.

Ia menjelaskan, program CSR memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga penguatan infrastruktur sosial. Karena itu, program CSR perlu disusun selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan.

"Keselarasan antara program CSR dan prioritas pembangunan pemerintah daerah akan menghasilkan sinergi yang lebih kuat, menghindari tumpang tindih program, serta memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah menjelaskan workshop tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kalteng pada 22 Mei 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah kebijakan penyaluran dana CSR kepada Bank Kalteng sebagai identitas perusahaan serta kepada para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota di Kalteng.

"Workshop ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi agar pengelolaan dana CSR dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah," ujar Maslipansyah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret dalam penyusunan program CSR Bank Kalteng ke depan, sehingga mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalteng. (sb/*)