Penurunan Stunting Perlu Strategi Tepat Untuk Hasilkan SDM Unggul
SB, PALANGKA RAYA – Agar kasus stunting di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat ditangani dengan maksimal, maka penanganannya perlu strategi dari pemda baik provinsi, kabupaten dan kota.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, strategi sangat diperlukan, sebab sejumlah wilayah di Kalteng masih ada kasus stunting yang cukup tinggi. Sehingga harus ditangani secara maksimal, supaya kasus stunting di wilayah Bumi Tambun Bungai dapat ditekan.
"Saya rasa pemda juga sudah memikirkan strategi itu, tapi yang kita inginkan dilakukan secara maksimal. Kasus stunting ini cukup mengkhawatirkan, sebab itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan SDM di Kalteng kedepan," ucapnya, belum lama ini.
Dia menyebut, dalam menjalankan strategi penanganan stunting, Kalteng perlu belajar dari Provinsi Bali. Pasalnya, dengan strategi yang dijalankan angka prevalensi stunting di Bali berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 lalu hanya 8 persen dan menjadikan Bali sebagai wilayah dengan angka terendah prevalensi stunting.
“Keberhasilan Bali menangani kasus stunting tak lepas dari berbagai strategi, misal saja cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Provinsi tersebut hampir mencapai 100 persen, agar cakupan JKN itu terpenuhi tentu Pemprov Bali mengaggarkan jaminan kesehatan tambahan pada APBD mereka,” katanya.
Dia menambahkan, selain jaminan kesehatan yang ditanggung dari APBN, Provinsi Bali juga menambah anggaran dari APBD, sehingga cakupan JKN di wilayah provinsi itu menjadi optimal. Selain itu, ada juga strategi lainnya seperti membuat perda, pergub, serta program ditingkat kabupaten dan kota.
Dirinya berharap, bebagai strategi itu bisa diterapkan juga oleh Provinsi Kalteng, sehingga penanganan stunting di wilayah ini benar-benar bisa maksimal dan wilayah yang angka kasus stuntingnya tinggi bisa mengalami penurunan.
"Kasus stunting menjadi salah satu perhatian serius pemda dan penanganannya juga harus dijadikan sebagai prioritas. Pastinya kita di legislatif akan mendukung baik dari segi pembahasan anggaran penanganan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan upaya penuruan angka stunting di Kalteng," tandasnya.
Kasus stunting di Kalteng pada 2024 diharapkan dapat turun secara signifikan, karena dengan turunnya angka stunting di Kalteng, maka generasi penerus juga bisa menjadi tolok ukur bahwa kalteng punya SDM yang baik karena gizi dari anak-anak balita semua sehat. (mda/ok)