seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

453 Warga Kotim Terpapar ISPA

by Redaksi - Tanggal 22-07-2026,   jam 17:00:36
Rekap data ISPA RSUD dr Murjani Sampit Rekap data ISPA RSUD dr Murjani Sampit

SB, SAMPIT - Musim kemarau mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). RSUD dr Murjani Sampit mencatat sebanyak 453 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Januari hingga Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, 128 pasien menjalani perawatan inap, sedangkan 325 pasien mendapatkan layanan rawat jalan. Data tersebut menunjukkan sebagian besar penderita ISPA masih dapat ditangani melalui pelayanan rawat jalan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan tren kasus ISPA selama enam bulan terakhir masih relatif stabil meski musim kemarau mulai berlangsung.

"Dari total keseluruhan, kasus ISPA memang lebih banyak pada pasien rawat jalan. Untuk bulan Juni, jumlah pasien rawat inap tercatat 46 orang, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 63 orang. Sementara pasien rawat jalan pada Juni sebanyak 53 orang, naik dibanding bulan sebelumnya yang berjumlah 39 orang," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Meski terjadi fluktuasi setiap bulan, menurut dr Candra, peningkatan kasus ISPA belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Kasus ISPA memang cukup tinggi, tetapi pergerakannya masih relatif sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Untuk rawat inap, angka tertinggi terjadi pada Januari, sedangkan rawat jalan tertinggi tercatat sebanyak 57 pasien," katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Noviany, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada tahun ini.

Menurutnya, kondisi cuaca yang lebih kering disertai meningkatnya suhu udara berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan dan penyakit yang berkaitan dengan sanitasi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA maupun diare, terutama pada anak-anak.

"Jangan menunda pemeriksaan apabila anak mulai mengalami gejala ISPA maupun diare. Penanganan sejak dini sangat penting agar kondisi pasien tidak berkembang menjadi lebih berat," tegas dr Yulia.

RSUD dr Murjani berharap masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan cairan, menggunakan masker saat kualitas udara menurun, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan selama musim kemarau. (f1/sb)