Lewati ke konten utama
Provinsi

Wakapolda Kalteng Ingatkan Orang Tua Awasi Anak di Medsos, Jangan Sampai Sebar Hoaks

Redaksi 30-10-2026, 17:28 WIB 2 menit baca
Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Hendra Wirawan ketika menyampaikan pesan kamtibmas usai Salat Jumat. (FOTO: ISTIMEWA)
Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Hendra Wirawan ketika menyampaikan pesan kamtibmas usai Salat Jumat. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Dr Hendra Wirawan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di media sosial.

Dia menegaskan, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konten provokatif di ruang digital dapat memicu keresahan masyarakat dan berujung pada persoalan hukum.

Pesan tersebut disampaikan Hendra saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Natabel Janah, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). Dalam khutbahnya, dia mengajak jemaah memperkuat keimanan sekaligus berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima maupun membagikan informasi. Setiap kabar yang beredar harus diperiksa terlebih dahulu agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anaknya. Ajarkan anak kita untuk tabayyun, saring sebelum sharing. Jangan sampai anak kita ikut menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten provokatif di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan dan bahkan berujung pada pelanggaran hukum," ujar Hendra.

Dia menilai, pengawasan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak terlibat dalam penyebaran informasi bermasalah di media sosial. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memberikan fasilitas telepon genggam, tetapi juga perlu membimbing anak memahami dampak dari setiap konten yang mereka konsumsi maupun bagikan.

Hendra menekankan, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak perlu dibangun agar penggunaan perangkat digital tetap sehat dan bertanggung jawab. Edukasi literasi digital serta keteladanan orang tua juga diperlukan supaya anak terbiasa memeriksa kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

Selain mengingatkan soal penggunaan media sosial, Wakapolda mengajak masyarakat menjadi pelindung bagi diri sendiri dan keluarga dengan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan.

"Jadilah polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas atau informasi hoaks yang meresahkan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," pesannya.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut merupakan bagian dari pendekatan cooling system Polda Kalteng untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Melalui silaturahmi ini, kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta menggunakan media sosial secara bijak semakin meningkat. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard