Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Sebulan PJJ Akibat Kabut Asap, Pelajar di Lamandau Kembali Belajar di Sekolah

Redaksi 07-11-2026, 10:57 WIB 3 menit baca
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Octoberi Tahan bersama guru dan pelajar, saat meninjau sejumlah sekolah, pada Kamis (5/11/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Octoberi Tahan bersama guru dan pelajar, saat meninjau sejumlah sekolah, pada Kamis (5/11/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, NANGA BULIK - Setelah lebih dari satu bulan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para pelajar di Kabupaten Lamandau akhirnya kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Kembalinya aktivitas belajar di sekolah disambut antusias oleh para siswa yang sudah merindukan suasana belajar bersama guru dan teman-temannya.

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Octoberi Tahan, meninjau sejumlah sekolah, Kamis (5/11/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). 

Dalam kunjungan itu, Bupati melihat langsung kondisi lingkungan sekolah sekaligus memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berlangsung dengan baik.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas pembelajaran di sekolah sudah kembali berjalan normal. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga para siswa bisa belajar dengan nyaman tanpa terganggu kabut asap.

"Hari ini kita memantau pembelajaran tatap muka di sekolah. Alhamdulillah, semuanya sudah berjalan normal dan para siswa bisa bergembira lagi. Kita tentu berharap kondisi ini terus terjaga sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak lagi terganggu kabut asap," ujarnya.

Menurut Rizky, kebijakan PJJ yang berlangsung lebih dari satu bulan menjadi tantangan tersendiri bagi siswa maupun orang tua. Selain harus menyesuaikan diri dengan pola belajar dari rumah, orang tua juga harus turut mendampingi anak-anak selama mengikuti pembelajaran.

Ia pun mengaku menerima banyak pesan dari orang tua yang mulai merasa kewalahan mendampingi anak belajar di rumah.

"Anak-anak sudah cukup lama belajar dari rumah. Karena itu, kita ingin mereka bisa kembali menikmati suasana sekolah, berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, serta mengikuti pelajaran dengan baik. Pusing juga saya di-WA para orang tua yang sudah mulai pusing mengajari anaknya di rumah," ungkapnya.

Rizky berharap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lamandau segera berakhir sehingga kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat, terutama sektor pendidikan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar kondisi udara tetap baik.

"Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas pendidikan," ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, suasana kunjungan berlangsung penuh keakraban. Bupati Rizky terlihat berinteraksi langsung dengan para siswa melalui sejumlah kuis sederhana. Siswa yang berani menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa uang saku.

Aksi spontan tersebut membuat suasana semakin meriah. Para siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Mereka juga mengungkapkan kegembiraan karena bisa kembali bertemu teman-teman, bermain saat jam istirahat, serta mengikuti pelajaran secara langsung di sekolah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau Loren Octoberi Tahan menjelaskan, pembelajaran tatap muka telah kembali efektif dilaksanakan sejak Senin (2/11/2026).

Pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal setelah sebelumnya terdampak kabut asap karhutla.

"Sejak Senin kemarin pembelajaran tatap muka sudah kembali efektif dilaksanakan. Kami berharap kondisi ini terus berlangsung sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal dan optimal," jelasnya (sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard